Sabtu, 25 September 2010

MAKALAH ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI (SIA)

Makalah Informasi Akuntansi ini membahas mengenai Analisis sistem (system analisis) yang merupakan penguraian dari sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.

Tahap analisis sistem dilakukan setelah tahap perencanaan sistem (system planning) dan sebelum tahap desaian sistem (sistem design). Tahap analisis merupakan tahap yang kritis dan sangat penting, karena kesalahan di dalam tahap ini akan menyebabkan juga kesalahan di tahap selanjutnya.

LANGKAH-LANGKAH ANALISIS SISTEM
§                       Identify, yaitu mengidentifikasi masalah
§                       Understand, yaitu memahami kerja dari sistem yang ada
§                       Analyze, yaitu menganalisis sistem
§                       Report, yaitu membuat laporan hasil analisis

MENGIDENTIFIKASI MASALAH (LANGKAH 1)
§                       Tugas-tugas dalam mengidentifikasi masalah
§                       Mengidentifikasi Penyebab Masalah
§                       Mengidentifikasi Titik Keputusan
§                       Mengidentifikasi Personil-Personil Kunci

MEMAHAMI KERJA DARI SISTEM YANG ADA (LANGKAH 2)
§                       Menentukan Jenis Penelitian.Meliputi: wawancara, observasi, daftar pertanyaan, pengambilan sampel
§                       Merencanakan Jadual Penelitian (Who, When, Where, What, How)
1.                    Mengatur Jadual Wawancara
2.                    Mengatur Jadual Observasi
3.                    Mengatur Jadual Pengambilan Sampel
§                       Membuat Penugasan Penelitian
§                       Membuat Agenda Wawancara
§                       Mengumpulkan Hasil Penelitian

MENGANALISIS HASIL PENELITIAN
§                       Menganalisis Kelemahan Sistem
1.                    Menganalisis Distribusi Pekerjaan
2.                    Menganalisis Pengukuran Pekerjaan
3.                    Menganalisis Keandalan
4.                    Menganalisis Dokumen
5.                    Menganalisis Laporan
6.                    Menganalisis Teknologi
§                       Menganalisis Kebutuhan Informasi Pemakai/Manajemen , Walaupun menganalisis kelemahan-kelemahan dan permasalahan-permasalahan yang terjadi merupakan tugas yang perlu, tetapi tugas ini saja belum cukup. Tugas lain dari analis sistem yaitu menyediakan informasi yang dibutuhkan bagi para pemakainya

MEMBUAT LAPORAN HASIL ANALISIS
Setelah proses analisis sistem ini selesai dilakukan, tugas berikutnya adalah membuat laporan hasil analisis. Laporan ini diserahkan ke steering committee yang seterusnya diserahkan ke manajemen

Tujuan utama penyerahan laporan ke manajemen
§                       Bahwa analisis telah selesai dilakukan
§                       Meluruskan kesalah-pengertian mengenai apa yang telah ditemukan dan dianalisis oleh analis sistem tetapi tidak sesuai menurut manajemen
§                       Meminta pendapat-pendapat dan saran-saran dari pihak manajemen
§                       Meminta persetujuan kepada pihak manajemen untuk melakukan tindakan selanjutnya (dapat berupa meneruskan ke tahap desain sistem atau menghentikan proyek bila dipandang tidak layak lagi).


ANALISA DAN DESAIN SISTEM INFORMASI AKADEMIK DENGAN APLIKASI VISUAL BASIC 6.0 PADA LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN PROFESI INDONESIA (LP3I) CABANG PADANG

Tahun 2006

Kode 0805006

Semakin maraknya pemakaian komputer dewasa ini kian menunjukkan pesatnya perkembangan dunia teknologi informasi. Komputerisasi di perusahaan ataupun instansi tampaknya mulai melangkah seiring dengan perkembangan teknologi informasi. Dalam hal ini manusia sebagai pemegang peranan utama terhadap kemajuan teknologi berusaha untuk mencapai hasil yang terbaik dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki. Sistem jaringan sebenarnya telah banyak juga digunakan di berbagai lembaga. Ini dilakukan guna memenuhi tingkat kebutuhan informasi yang semakin memprioritaskan kecepatan dan keakuratan informasi, hal ini menunjukkan akan tingkat aktualisasi diri yang semakin baik sehingga menuntut ketersediaan informasi yang cepat dan akurat.
Sistem komputer telah memberikan suatu solusi terhadap berbagai permasalahan yang ada pada sistem informasi, terutama pada kondisi dimana pertukaran data dan informasi sangat dibutuhkan.
Berbagai permasalahan pada sistem informasi terdahulu saat ini telah mampu diatasi dengan pemanfaatan jaringan komputer yang mampu menyajikan fasilitas komunikasi, pertukaran data maupun informasi yang cepat dan akurat, dan membuat jarak diantara pemakai menjadi tidak penting.
Dengan keberadaan jaringan pemakai dapat berbicara dalam bentuk text dan audio visual, variasi fasilitas yang dapat diberikan oleh suatu jaringan sangat tergantung pada jenis dan versi aplikasi yang digunakan dan tentu harus didukung dengan kondisi hardware yang memadai sebagai suatu prasyarat dalam penggunaan software aplikasi.

KONTEKS METODE ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

GAMBARAN UMUM

Sebuah sistem informasi perusahaan yang baik tidak terlepas dari sistem informasi itu dibangun.  Analisis dan perancangan sistem informasi merupakan suatu mata kuliah yang mempelajari bagaimana membangun sebuah sistem informasi yang baik.
Sebelum kita membangun sebuah sistem informasi, tentunya kita perlu mengetahui gambaran tentang sistem informasi apa yang diperlukan oleh sebuah perusahaan.  Sistem Informasi adalah sekelompok komponen yang saling berhubungan, bertugas mengorganisasi mencatat / merekam ke dalam database dan mengelola data untuk menghasilkan informati berguna yang mendukung sebuah organisasi beserta karyawan, pelanggan, pemasok, dan rekanannya. Untuk itu sistem informasi perusahaan dapat dikelompokkan ke dalam beberapa klasifikasi, yaitu:
Transaction Processing System (TPS) / sistem pemrosesan transaksi memproses transaksi bisnis seperti pesanan, kartu absensi, pembayaran,dll.
Management Information System (MIS) / Sistem Informasi Manajemen menggunakan data transaksi untuk menghasilkan informasi yang diperlukan para manajer untuk menjalankan bisnis.
Decision Support System (DSS) / Sistem Pendukung Keputusan membantu para pembuat keputusan mengidentifikasikan atau memilih antara pilihan atau keputusan.
Executive Information System (EIS) / sistem informasi eksekutif disesuaikan dengan kebutuhan informati unik para eksekutif yang merencanakan bisnis dan menilai performa terhadap rencana tersebut.
Expert System/Sistem Ahli meng-capture dan menghasilkan kembali pengetahuan pemecah masalah ahli atau pengambil keputusan kemudian mensimulasikan “pemikiran” ahli tersebut.
Communication and Collaboration System / sistem komunikasi dan kolaborasi meningkatkan komunikasi dan kolaborasi antara orang-orang dalam maupun luar organisasi.
Office automation system / sistem otomatisasi kantor memhantu para karyawan membuat dan berbagi dokumen yang mendukung aktivitas kantor sehari-hari.

LINGKUP PESERTA PEMBUATAN SISTEM INFORMASI
Di dalam pembuatan sebuah sistem informasi, tentunya kita perlu mengetahui siapa yang perlu terlibat atau yang dikaitkan dengan pembuatan  sistem. Istilah orang yang memiliki ketertarikan pada sistem informati yang sudah ada atau ditawarkan dinamakan Stakeholder . Stakeholder bisa termasuk pekerja teknis dan nonteknis, bisa juga termasuk pekerja dalam dan luar.
Terdapat beberapa stakeholder di dalam pembuatan sistem, yaitu :
1. Pemilik Sistem (System Owner), yaitu seseorang / sekumpulan orang yang memutuskan / menentukan sebuah sistem yang akan dibangun. Biasanya pemilik sistem ini berasal dari kalangan manajemen. Biasanyan pemilik sistem lebih tertarik pada keuntungan yang didapat setelah sistem tersebut digunakan.
2. Pengguna Sistem (System User) adalah seseorang / sekumpulan orang yang menggunakan sistem informasi sehari-hari. Dalam menganalisis pengguna sistem informasi perlu dibedakan apakah pengguna seorang pengambil keputusan, spesialisasi (akuntansi, pengacara,dll) atau pengguna administrasi dan layanan dimana mengerjakan proses pemasukan data ke sistem dilakukan. Perlu diperhatikan bahwa pengguna sistem informasi juga bisa berasal dari luar perusahaan, seperti pelanggan, pemasok atau karyawan yang sedang bekerja diluar perusahaan.
3. Perancang Sistem (System Designer) adalah seseorang / sekelompok orang yang mempunyai kemampuan untuk merancang sistem informasi.Perancang sistem biasanya mempunyai keahlian khusus dalam bidang penggunaan teknologi informasi seperti
a. Administrasi database – spesialis dalam teknologi database yang akan digunakan untuk mendesain dan mengkoordinasikan perubahan ke database perusahaan.
b. Arsitek jaringan – spesialis merancang dengan menggunakan teknologi jaringan atau telekomunikasi.
4. Pembangun System (System Builder), yaitu seseorang yang mempunyai kemampuan untuk membangun sistem informasi sesuai rancangan yang diberikan oleh perancang sistem. Sama seperti perancangan sistem, pembangun sistem juga mempunyai keahlian tertentu dalam menggunakan teknologi informasi.
Seperti dijelaskan di atas bahwa stakeholder terbagi atas kelompok teknis dan non teknis untuk itu diperlukan seseorang / sekelompok orang yang mempunyai kemampuan untuk menengahi kelompok teknis dan non teknis. Istilah individu atau kelompok disebut dengan analis sistem (System Analyst). Peran analis sistem sangat penting dalam keberhasilan merancang sistem informasi. Untuk itu beberapa kemampuan harus dipunyai oleh analis sistem, antara lain :
Pengetahuan Teknologi Informasi baik yang sekarang maupun perkembangan teknologi informasi yang akan datang sehingga di dalam pembuatan sistem informasi sesuai dengan kondisi sekarang maupun yang akan datang.
Pengalaman dan keahlian dalam pemograman komputer. Sulit dibayangkan jikalau seorang analis sistem tidak mempunyai kemampuan membuat program padahal analis sistem harus menterjemahkan non teknis ke teknis.
Pengetahuan umum proses dan terminology bisnis – analis sistem harus mampu berkomunikasi dengan para ahli bisnis untuk memperoleh pemahaman masalah dan kebutuhan mereka.
Keahlian pemecahan masalah yang umum. Seorang sistem analis harus mampu membagi masalah perusahaan yang besar ke beberapa bagian yang kecil.
Keahlian berkomunikasi komunikasi baik secara oral maupun tertulis.
Keahlian berelasi dengan orang. Kemampuan tersebut penting karena di dalam menggali kebutuhan pengguna. Kesulitan di dalam berelasi dengan pengguna tentunya akan membawa dampak pada hasil sistem informasi.
Fleksibilitas dan adaptabilitas. Kemampuan fleksibilitas dan adaptibilitas sangat penting dalam menghadapi tantangan dan situasi yang unik pada sebuah perusahaan.
Karakter dan etika. Seseorang analis sistem dituntut untuk mempunyai etika dan karakter yang baik karena akses analisis sistem ke dalam informasi perusahaan yang luas.
Pada akhirnya di dalam sebuah proyek sistem informasi biasanya seorang pimpinan proyek biasanya berasal dari seorang analis sistem yang bertugas untuk mengatur sumber daya, waktu, dan biaya demi keberhasilan sebuah proyek.

DAFTAR PUSTAKA
Jeffrey L. Whitten, Lonnie D. Bentley, Kevin C. Dittman. Method Analysis and Design. New York: McGraw0Hill Education, 2004.